Sewa mainan Jabodetabek

Home » Blog » Apa Sih Kartu Identitas Anak Beserta 3 Tahapan Pembuatannya

Apa Sih Kartu Identitas Anak Beserta 3 Tahapan Pembuatannya

74d77dca-a617-4c35-ae35-2f6b8bbdf960_waifu2x_photo_noise3_scale_tta_1-1-800x400

Memiliki sebuah kartu identitas pada zaman sekarang sudah menjadi keharusan, di mana kartu tersebut menjadi petunjuk atau keterangan dan informasi tentang diri Anda. Hal ini tak hanya berlaku bagi orang dewasa saja, kini anak-anak pun diwajibkan membuat KIA atau kartu identitas anak. Aturan Kemendagri ini telah berjalan sejak 2006 lalu, bahwa anak umur kurang dari 17 harus membuat KIA. Bila halnya kepemilikan e-KTP bagi orang dewasa merupakan suatu kewajiban. Keberadaan kartu identitas ini pun sangat bermanfaat untuk beragam kepentingan Anda. Lalu bagaimana dengan KIA untuk buah hati Anda, pastinya kartu ini memiliki nilai yang berguna bagi anak. Sehingga wajib bagi seluruh anak Indonesia membuat kartu ID anak. Namun sebelum anak Anda menerima manfaat dari KIA ini ada tahapan yang perlu dilakukan untuk membuat kartu tersebut. Hal ini tak hanya berlaku pada anak negeri sendiri, tetapi berlaku pula pada anak warga asing untuk membuat KIA

Mengulas Secara Lengkap yang Terkait KIA dan Tahap Pembuatannya Mulai dari Tahapan Syarat Hingga Tahapan Pembuatan KIA Bagi WNI dan WNA Perihal KIA yang diprogramkan pemerintah pastinya membuat Anda bertanya-tanya, apa KIA ini? Apakah bermanfaat untuk buah hati Anda? Pentingkah kehadiran ID card bagi anak? Adakah Aturan hukum pembuatan kartu ini? Lalu apa saja tahapan yang harus dipenuhi sampai pada tahap tata cara pembuatan KIA bagi anak WNI ataupun WNA. Sebelum membahas lebih jauh perihal tahapan yang mesti Anda lakukan, ada baiknya Anda pahami tentang KIA lebih detail lagi. Berikut ini ulasan tentang kartu ID anak, peraturan kementerian yangada dalam hukum UU terkait dan pemberlakuan KIA sejak awal perilisan.

Apa itu Kartu Identitas Anak?

Adanya peraturan kebijakan KIA yang dikeluarkan pemerintah terhadap program kepemilikan dan pembuatan ID card anak sudah berlaku dan dilaksanakan secara nasional. Menteri Dalam Negeri pun menyatakan KIA menjadi bukti identitas resmi anak yang umurnya 0-17 tahun, kartu ini berlaku layaknya KTP orang dewasa seperti umumnya. Sama halnya dengan KTP, kartu identitas anak ini pun diterbitkan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten ataupun Kota. Di sini KIA akan diterbitkan dalam dua ragam, yakni variasi anak dari usia baru lahir atau 0 hingga umur 5 tahun dan anak yang usianya 5-17 tahun.
Jangka waktu berlaku pada kartu-kartu ini juga berbeda. Untuk anak yang umurnya masih di bawah 5 tahun, maka masa berlakunya akan habis saat usianya mencapai 5 tahun. Sedangkan bagi anak yang umur di atas 5 tahun, jangka waktu aktif kartu akan selesai sampai si anak kurang satu hari berusia 17 tahun. Apabila buah hati terkasih Anda berulang tahun ke-17, maka KIA ini secara otomatis akan diubah jadi KTP. Sebab nomor yang ada di dalam kartu ID anak akan sama dengan nomor yang nantinya ada dikartu tanda penduduk anak Anda.
Permendagri dan Pemberlakuan Kartu Identitas Anak Sebagai bentuk usaha pemerintah untuk penuhi hak konstitusi rakyatnya yaitu dengan membuat dan menjalankan program KIA atau KTP Anak. Lalu bagaimana dengan regulasi dan payung hukum pada rancangan yang digagas tahun 2016 ini?. Tahun 2019 kemarin, pembuatan ID card anak telah diberlakukan bertahap, mengingat tak sedikit jumlah anak di Indonesia yakni mencapai kisaran 79 juta anak. Penerapan dilakukan secara bertahapini berarti tiap wilayah diberikan waktu untuk menunaikan pembuatan KIA ini. Hal ini dapat Anda pelajari dari Peraturan Menteri Dalam Negeri atau Permendagri No. 2 Thn. 2016 mengenai KIA yakni Kartu Identitas Anak.
Berikut merupakan tahapan kelangsungan kebijakan program KTP Anak di bawah 17 tahun. Pada tahun 2016, tahun tersebut menjadi tahun awal di mana program ini dibuat yang hanya diberlakukan pada 50 daerah saja. Antara lain Makassar, Malang, Yogyakarta, dan Pangkalpinang. Di tahun 2017 penerapan KTP Anak telah merambah ke 108 wilayah di Indonesia. Dan tahun 2019 program KIA akan terus diberlakukan ke seluruh daerah di nusantara. Dalam hal ini yang dimaksudkan anak-anak ialah anak yang umurnya masih kurang dari 17 tahun dan tentunya belum menikah.
Kepemilikan KIA ini nantinya akan menjadi kebutuhan ibu sebagai identitas resmi buah hati Anda, sebagai mana yang dituangkan pada peraturan pemerintah berdasarkan UU yang menyangkut KTP Anak.
Pentingnya Kartu Identitas Anak
Pada umumnya, fungsi kartu identitas anak sama seperti KTP. Berdasarkan Permendagri no. 22016, pemunculan KIA akan melindungi terhadap jaminan akses sarana umum, pemenuhan hak anak, hingga mencegah eksploitasi yang mencakup perdagangan anak. Kartu ini berguna pula untuk dijadikan bukti identifikasi anak apabila sewaktu-waktu buah hati Anda mengalami peristiwa buruk. Tak sampai di situ. KIA ini pun sangat berguna untuk memudahkan anak memperoleh layanan publikdi bermacam bidang di antaranya perbankan, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan imigrasi.
Bahkan anak yang mempunyai KIA bisa mendapat diskon khusus di tempat pusat perbelanjaan. Tetapi, diskon ini cuma berlaku di toko maupun tempat belanja yang telah menjadi mitra pemerintah daerah. Dengan aneka kemudahan yang ditawarkan pada pemegang KTP Anak, tentu pembuatan KIA ini penting dimiliki anak-anak. Dengan begitu, memungkinkan pemerintah memberikan dan kemudahan anak dalam menyelesaikan administrasi. Namun kemudahan yang peroleh bergantung pada pemberlakuan aturan di masing-masing daerah yang ada di nusantara.

3 Tahapan Pembuatan KIA Usia 0-17 Tahun antara lain:

I. Tahap Syarat Pembuatan KTP Anak Dari Usia 0-17 Tahun

Dari aturan Kemendagri, KIA ini terdiri atas dua jenis. KTP Anak yang pertama diutamakan pada anak yang berumur 0-5 tahun, dan selanjutnya KIA untuk bagi anak dengan usia 5-17 tahun kurang sehari. Pada tahap ini terdapat syarat dalam pembuatan identitas ini, adapun dokumen pada tahapan syarat kartu identitas anak ini mesti dipenuhi orang tua sesuai usia anak antara lain:
1. Ketika bayi atau anak baru lahir KTP Anak akan diberikan bersamaan dengan dikeluarkannya            akte kelahiran bayi.
2. Anak usia kurang dari 5 tahun dan belum membuat KIA

Syarat yang harus Anda siapkan ialah:

  • Kartu Keluarga asli orang tua maupun wali.
  • Fotokopi akta kelahiran, bila perlu tunjukan pula akta yang asli ke petugas.
  • KTP asli orang tua atau wali.
3. Untuk anak umur 5 tahun ke atas dan belum mempunyai KIA.
    Adapun syarat-syarat yang patut Anda penuhi yaitu:
  • Pas foto anak berwarna 2 lembar dengan ukuran 2×3.
  • Fotokopi akta kelahiran serta tunjukan akta aslinya ke petugas.
  • KK asli wali atau orang tua anak.
  • KTP asliwali maupun orang tua.
4. Sementara bagi anak WNA atau Warga Negara Asing yang menetap di Indonesia.
      Syarat yang berlaku di antaranya:
  • Kartu Keluarga asli orang tua atau wali.
  • E-KTP asli kedua orang tua.
  • Fotokopi paspor serta izin tinggal menetap diIndonesia.

II. Tahap Tata Cara Membuat Kartu Identitas Anak WNI

Sesudah Anda menyiapkan semua persyaratan dengan lengkap, kini waktunya Anda lanjut ketahap membuat KTP Anak. Untuk itu, pastikan Anda cermati sebaik mungkin tiap panduan yang diurai disini. Berikut tahap kedua untuk tatacara membuat kartu identitas anak yang sesuai Pasal 13 Permendagri No. 2 Thn. 2016 Perihal KIA, yakni:
  • Orang tua anak atau pemohon menyerahkan persyaratan untuk penerbitan KTP Anak dengan memberikan persyaratan tersebut ke Dukcapil yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
  • Setelah itu Kepala Dinas akan menandatangani dan juga menerbitkan KIA.
  • KTP Anak diberikan pada orang tua maupun pemohon di kantor dinas, kecamatan, desa ataupun kelurahan.
  • Kantor Dinas bisa memberikan KIA dalam layanan keliling secara jemput bola di taman baca,sekolah-sekolah, rumah sakit, tempat hiburan anak dan tempat-tempat publik lainnya, supaya cakupan atas kepemilikan KIA dapat optimal.

III. Tahap Cara Pembuatan KIA Bagi Anak Warga Asing

Pada tahap ini merupakan proses pembuatan KTP Anak bagi anak warga asing, di sini terdapat sedikit perbedaan dari cara pembuatan KIA WNI. Bagi anak berstatus WNA atau anak warga asing yang berada di Indonesia, inilah cara pembuatan KIA di mana pemohon mesti mengikuti alurnya, dibawah ini:
  • Jika anak warga asing ini telah memiliki paspor, maka pemohon atau orang tua anak melapor pada dinas dengan memberikan semua persyaratan untuk mengeluarkan KIA.
  • Kemudian Kepala Dinas akan menandatangani lalu menerbitkan KTP Anak.
  • Kartu ID anak diberikan pada orang tua atau pemohon anak WNA di Kantor Dinas.
Bentuk dan Manfaat Kartu Identitas Anak Layaknya kartu identitas orang dewasa, wujud KTP Anak relatif sama. Biasanya KTP dewasa berwarna biru, sementara untuk anak-anak berwarna merah dan bentuknya mirip e-KTP.Hal ini tentu memudahkan Anda untuk membawanya ke manapun jika ingin mengurus bermacam kepentingan buah hati Anda. Jadi lebih efisien, sebab Anda tak perlu lagi membawa akta yang bentuknya lembaran dan tidak boleh dilipat. Adapun jangka waktu berlakunya KIA yakni sampai anak mempunyai kewajiban membuat e-KTP. Pada jeda waktu ini, adanya KTP Anak akan memudahkan Anak dalam beragam urusan, terlebih saat ini program pemerintah tengah dijalankan secara masif dan dibarengi kemudahan anak yang sudah memiliki KIA. Contohnya, diskon atau potongan harga dalam zona pendidikan seperti yang disediakan KIP yakni Kartu Indonesia Pintar, pelayanan kesehatan layaknya KIS atau Kartu Indonesia Sehat, dan tiket masuk ke tempat wisata. Tidak hanya itu saja, masih ada manfaat kartu identitas anak lainnya antara lain:
  • Sebuah upaya untuk pemenuhan hak anak.
  • Sebagai dokumen persyaratan untuk mendaftar sekolah anak.
  • Dengan kartu identitas ini anak dapat membuka tabungan danrekening bank
  • Memudahkan untuk daftar BPJS.
  • Sebagai salah satu syarat klaim santunan kematian.
  • Mempermudah dalam proses pembuatan dokumen imigrasi
  • Pencegahan terhadap perdagangan anak.
Dari ulasan kartu identitas anak dan tahap pembuatannya, memberitahu pada seluruh orang tua pentingnya KTP Anak dimiliki oleh anak Anda, bahkan bagi anak warga asing yang hidup dan tinggal di NKRI sekalipun. Semua tahapan yang diperlukan dalam pembuatan KIA ini pun terbilang mudah, sehingga memungkinkan Anda untuk mengurusnya ke Dukcapil setempat.

 

Sumber : https://www.birdsnbees.co.id/

Hubungi Kami